8 Objek Wisata Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Toraja Selama 4 hari

otw Toraja with bus Litha & Co backpackiffa.com
Hai gaes setelah sekian lama akhirnya bisa update jalan-jalan lagi. Kali ini aku mau ajak kalian jalan-jalan ke Tana Toraja. Karena libur lebaran kemarin agak lama jadilah aku memutuskan buat main ke Tana Toraja. Tana Toraja terletak di Sulawesi Selatan berjarak sekitar 300 KM dari makassar yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 8 jam melalui perjalanan darat seperti yang aku lakukan kemarin yaitu dengan menggunakan bus Litha & Co yang bisa dipesan melalui app Redbus atau melalui OTA seperti Pegi-Pegi. Karena perjalanannya lumayan lama aku memilih untuk berangkat malam hari dengan pertimbangan bisa tidur di jalan dan begitu sampai di Tana Toraja hari sudah pagi. Dari Makassar bus yang harusnya berangkat pukul 09.30 malam ternyata baru diberangkatkan pukul 10.00 malam dan sampai di TanaToraja jam 6 pagi. Begitu sampai di pool bus aku memutuskan untuk menyewa motor. Dari pool bus ke tempat sewa motor yang ada di dekat alun-alun Rontepao aku naik ojek seharga 15rb aja. Tempat sewa motorku namanya Bagus rental, karena ga mau pusing jadi aku sewa motornya sekalian 3 hari yang mana harga sewa motor di Toraja cukup bikin nyesek ni dada karena harganya 150rb/24 jam. Terus nyeseknya lagi karena ternyata sewa motor di tempat menginap bisa lebih murah.

Setelah dapet motor aku langsung bergegas ke penginapanku untuk nitip barang karena kebetulan masih pagi jadi belum bisa cek in. Selama di Toraja aku menginap di Toraja Lodge dan aku langsung booking selama 3 malam karena aku males ribet dan ternyata juga penginapannya cukup nyaman dan bersih. Kalau kalian ke Toraja rekomended sih kalau menginap di sini.

Toraja Lodge Hotel, home for 3 nights

TORAJA DAY 1

KALIMBUANG BORI

bagian depan Kalimbuang Bori backpackiffa.com
Kelar naruh barang di hotel aku lihat map bentar kira-kira ada tempat wisata apa yang dekat hotel yang bisa aku kunjungi. akhirnya tujuanku jatuh ke obyek wisata Kalimbuang Bori yang ada di kecamatan Sesean. Obyek wisata ini merupakan sebuah rante "tempat pelaksanaan upacara adat pemakaman tingkat tinggi bagi orang Toraja". di lokasi ini terdapat 102 menhir (simbuang batu) yang berdiri tegak sebagai penanda dari setiap upacara pemakaman yang diadakan di areal rante. Tidak jauh dari tempat ini ada kuburan pahat (liang paa') dan tau tau. Pada area belakang rante juga terdapat kuburan bayi (passiliran pia) dalam pohon hidup. Untuk masuk ke obyek ini cukup bayar 15 ribu saja.

Menhir backpackiffa.com
Old Graves backpackiffa.com
Setelah puas menikmati suasana di sini aku kemudian melanjutkan perjalanan ke Museum Ne' Gandeng.

MUSEUM NE' GANDENG 

Pas sampai di sini agak ragu mau masuk enggak karena suasana ramai sekali karena sepertinya sedang ada acara. Setelah mengobrol dengan ibu-ibu penjual minuman di depan pintu masuk akhirnya memutuskan untuk membeli tiket seharga 10 ribu untuk masuk ke sini.

Penampakan Museum Ne' Gandeng dari luar
Museum Ne’ Gandeng dibangun sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap leluhur Suku Toraja. Nama dari Museum Ne' Gandeng diambil dari nama salah satu tokoh masyarakat Suku Toraja yaitu Ne' Gandeng. Museum Ne' Gandeng terdiri dari beberapa bangunan yang menerapkan gaya arsitektur Tongkonan. Koleksi Museum Ne' Gandeng berupa batu menhir, patung Ne’ Gandeng, patung kerbau, dan gong belang. Pas di sini malah jadi kang foto pasangan muda mudi tapi aku seneng sih karena mereka suka sama hasil fotoku.
semoga mereka awet ya...
Puas foto-foto di sini sih aku memutuskan buat balik ke Hotel karena hari udah terik dan aku juga udah lelah dan lapar.

Sore hari setelah beristirahat aku memutuskan untuk mencari makan. Dan mayan agak susah sih nyari makanan halal di sini. Sampai akhirnya aku nemu sate Madura dan harganya cukup bersahabat yaitu 23ribu aja udah sama beli krupuk. Kelar makan aku lanjut ngopi karena bagaimanapun juga i am cafe hunter dan nemulah coffeeshop asyik namanya Logika Coffee.

ngopi dulu gaes
Karena suasana di Toraja agak sepi jadi aku ga lama-lama ngopinya karena agak taku kalau pulangnya kemalaman dan sendirian pula. Jadi kelar ngopi jam 7-an aku langsung balik hotel buat istrirahat.

TORAJA DAY 2

KETE KESU

Kelar sarapan aku langsung bergegas mengedarai motorku menuju Kete Kesu. Walaupun hari masih pagi tetapi suasana di Kete Kesu sangat ramai sekali karena ini merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal belum lagi saat itu merupakan hari libur lebaran jadi banyak orang yang berkunjung ke Toraja dan salah satu destinasinya adalah Kete Kesu ini. Karena suasana di depan Tongkonan ramai orang berfoto-foto akupun berjalan masuk menuju kuburan yang ada di atas bukit.

keramaian di Kete Kesu
Di sini banyak dijual cenderamata dan juga pakain kalau kalian berniat membeli oleh-oleh. Tetapi kalau aku sendiri malah menikmati suasana di sini sambil ngopi dan makan pisang goreng dicocol sambal dan ini pertama kalinya buatku dan ternyata sambalnya enak.

the way i enjoy kete kesu

LONDA

Setelah puas menikmati suasana di Kete Kesu lalu aku melanjutkan perjalanan ke Londa yang berjarak sekitar 20 menit dari Kete Kesu. Awalnya agak ragu karena psa di jalan kok sepi karena ga ketemu pengendara lain tapi pas sampai terrnyata lumayan ramai juga. Londa adalah goa yang terbentuk oleh alam. Goa ini telah berumur ratusan tahun dan masih digunakan sampai sekarang. Goa Londa memiliki panjang sekitar 1 KM. Oleh karena itu setelah membeli tiket masuk kalian akan didekati beberapa orang yang membawa lampu dan menawarkan diri sebagai pemandu dengan membayar 50rb supaya bisa masuk ke dalam goa sambil diterangi dengan lampu. Tetapi aku sih ga pakai pemandu dan hanya melihat dan berfoto di bagian luar goa saja.

welcome to Londa
Setelah dari Londa mari kita ke Buntu Burake yang merupakan destinasi terakhir gw di hari kedua di Toraja.

BUNTU BURAKE

Buntu Burake berjarak 25 menitan dari Londa dan jalan menuju Buntu Burake cukup menantang karena setelah keluar dari jalan utama maka kita akan melewati jalan yang nanjak dan berkelok-kelok yang membuat nyali saya agak kecut karena takut. 

Di Buntu Burake ini berdiri Patung Tuhan Yesus memberkati yang disebut tertinggi di dunia. Dan dari atas kita bisa menikmati pemandangan kota Makale.

Penampakan Patung Tuhan Yesus memberkati
Puas menikmati pemandangan dari sini akhirnya aku memutuskan untuk balik ke hotel sebelum hari mulai gelap. Dan di perjalanan pulang aku menyempatkan diri makan sekalian biar ga bingung nyari makan malam. Dan akhirnya pilihan jatuh ke RM Depot 99 yang ada di jalan poros Makale - Rontepao. Menu makanan di sini lumayan banyak dan harganya cukup terjangkau plus bonus view sawah yang indah.
makan nasi goreng with view

TORAJA DAY 3

Hari ketiga di Toraja aku hanya berpindah dari satu Rumah Tongkonan satu ke Rumah Tongkonan yang lain. Semua bermodalkan google maps aja. 

TONGKONAN BATUKIANAK

Karena hanya bermodalkan google map aku ga tau medannya seperti apa dan ternyata jalan mendekati obyek wisata ini jalannya tidak terlalu bagus karena aku sempet terperosok dan untungnya ada yang nolongin, terus karena aku naik motor matik agak takut juga pas turun keluar dari tempat ini karena jalan agak licin. Terus pas nyampai sini beneran sepi dong ampe ditanya bapak-bapak katanya aku nyari siapa karena terlihat aku seperti orang hilang...wkwk...aku jawab aja saya cuma mau lihat-lihat aja pak. Karena sepi aku juga ga lama-lama di sini karena bingung juga ga ada orang yang bisa ditanyai atau diajak ngobrol dan untungnya sih masuk sini ga perlu bayar.

semacam gapura desa kali ya
sepi gaes cuma ada ayam doang

 DESA PALLAWA

Tujuan kedua hari ini adalah ke Desa Pallawa yang mana di sini juga terdapat rumah adat Tongkonan. Dibandingkan dengan Batukianak sepertinya tempat ini lebih terorganisir karena ada tiket masuk dan pengunjungnya pun lebih banyak di bandingkan Batukianak. Setidaknya aku bukan orang pertama yang datang kesini hari itu.

Tongkonan Desa Pallawa
Puas berfoto-foto di sini akhirnya aku pun memutuskan untuk mencari makan siang dan pilihan jatuh di Coto Kerbau Rontepao yang ada di jalan Ahmad Yani No 25. Walaupu letaknya di pinggir jalan tetapi aku agak susah menemukan tempat ini karena dari depan agak kecil. Dan karena waktu itu aku datang udah agak sorean jadi tinggal coto daging aja. Dan karena penasaran ya udahlah seadanya aja. Untuk rasa kuahnya menurutku enak cuma karena irisan dagingnya tebal jadi berasa daging kerbaunya anyep tapi ya not badlah buat penganjal perut yang lapar.
penampakan coto kerbau

LAST DAY IN TORAJA

Hari terakhir di Toraja ini sebenarnya galau mau explore lagi atau mau rebahan aja di kamar. Setelah menimbang-nimbang akhirnya memutuskan untuk nyari obyek yang deket aja dan pilihan jatuh ke Danau Limbong. Di tengah perjalanan juga ragu mau dilanjutin atau ga soalnya jalanya terjal dan berkelok-kelok banyak tanjakan pula. Tetapi setelah meyakinkan diri sambil bertanya beberapa kali di perjalanan sampailah di Danau Limbong juga.

view danau Limbong
Kira-kira itulah 8 obyek wisata yang bisa dikunjungan ala ipeh karena gw tipe traveler yang santai dan ga ngoyo jadi ya gw explore sesuka hati dan modal lihat google maps aja. Kalau kalian berniat ke Toraja rekomended nginep di Toraja Lodge karena ownernya pak Oka super baik walaupun gw udah cek out gw masih dibolehin numpang mandi and pegawainya Daniel juga baik bisa jadi temen ngobrol pas last day gw di Toraja sambil lihat view dari atas rumah. Anyway view dari Toraja Lodge oke punya jadi tanpa explore pun juga gw betah aja duduk sambil baca buku. Sekian ceritaku dari Tana Toraja sampai ketemu di liburan selanjutnya ya gaes...
sarapan with view at Toraja Lodge



Posting Komentar untuk "8 Objek Wisata Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Toraja Selama 4 hari"