Langsung ke konten utama

Postingan

'SEORAE' Satu-satunya Restoran Korean Grill Otentik Di Jogja

  Sebagai pecinta daging tentunya saya sangat gembira sekali ketika Selasa kemaren diajakin buat nyobain makan di Restoran Korea yang baru saja pindah lokasi ini, ya namanya Seorae yang mana Seorae ini merupakan satu-satunya restoran Korean Grill yang ontentik dan asli Korea. Seorae sendiri memulai perjalanannya dari bulan April 2007. Di tahun 2012, Seorae sudah bisa membuka lebih dari 230 cabang di seleuruh Korea Selatan dan pada tahun 2013 Seorae membuka cabang pertamanya di luar Korea yaitu Jakarta. Setelahnya Seorae memperluas cabangnya di Cina, Hongkong, Singapura, Filipina, Jepang dan banyak lagi. Sebelum melebarkan sayapnya ke beberapa negara di dunia Seorae ini terkenal karena menjadi salah satu lokasi syuting drama korea berjudul Descendents Of The Sun (DOTS) yang dibintangi Song Joong Ki dan Song Hye Kyo dan sangat populer di tahun 2016. salah satu scene di film DOTS Seorae Jogja sendiri awalnya berlokasi di Ambarukmo Plaza lantai 3 kemudian berpindah lokasi di Jl. De
Postingan terbaru

Pekan Budaya Difabel 2022 Dengan Tema Ngayomi Ngayemi

  Jumpa Media Pekan Budaya Difabel Sabtu 26 November kemarin saya berkesempatan menghadiri Jumpa Media dalam rangka sosialiasi Pekan Budaya Difabel 2022 yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 November - 3 Desember 2022. Acara Jumpa Media ini diawali dengan sambutan dari Bapak Drs. Aryanto Hendro Suprantoro selaku Kepala Seksi Seni di Dinas Kebudayaan DIY. Dalam sambutannya Bapak Hendro menyampaikan bahwa Pekan Budaya Difabel tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diadakan di luar gedung dengan tujuan acara ini bisa dilaksanakan bersama-sama masyarakat. Disamping itu Beliau juga menyampaikan bahwa sejatinya kebudayaan itu harus menghadirkan kebahagiaan. Pekan Budaya Difabel ini sendiri sudah berjalan dari tahun 2019 sehingga tahun ini adalah tahun keempat penyelenggaraannya dan pertama kalinya dilakukan di luar gedung dan agak jauh dari pusat kota tepatnya akan diadakan di Desa Wisata Kebon Agung, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Alasan dipilihnya Desa Wisata Kebon

Perdana Keluar Negeri Di Masa Pandemi Demi Nonton Moto GP Sepang

welcome to Sepang Setelah 3 tahun ga keluar negeri akhirnya akhir bulan oktober lalu pecah telor beraniin diri buat jalan-jalan lagi. Tujuan kali ini adalah ke Malaysia buat nonton Moto GP Sepang, padahal sejak valentino Rossi pensiun hayati udah kagak tau siapa-siapa aja pembalapnya...hahaha... Well as ussual hayati perginya naik maskapai andalan Airasia yang mana ini juga flight international perdana hamba dari bandara YIA dan untungnya sekarang udah ada Kereta Bandara ya gaes jadi cukup memudahkan sekali karena jujur dulu pas belum ada Kereta Bandara rasanya enggan sekali terbang dari Bandara YIA karena jaraknya yang jauh. Untuk Kereta Bandara sendiri tiketnya bisa dibeli lewat aplikasi KAI seminggu sebelum keberangkatan jadi itu juga cukup memudahkan bagi hamba yang malas antri beli tiket langsung belum lagi kalau beli on the spot takut ga dapat tiket. FYI kalau kalian beli tiket Kereta Bandara lewat aplikasi nantinya pas di stasiun ga perlu lagi print tiket ya karena tinggal scan

8 Objek Wisata Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Toraja Selama 4 hari

otw Toraja with bus Litha & Co Hai gaes setelah sekian lama akhirnya bisa update jalan-jalan lagi. Kali ini aku mau ajak kalian jalan-jalan ke Tana Toraja. Karena libur lebaran kemarin agak lama jadilah aku memutuskan buat main ke Tana Toraja. Tana Toraja terletak di Sulawesi Selatan berjarak sekitar 300 KM dari makassar yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 8 jam melalui perjalanan darat seperti yang aku lakukan kemarin yaitu dengan menggunakan bus Litha & Co yang bisa dipesan melalui app Redbus atau melalui OTA seperti Pegi-Pegi. Karena perjalanannya lumayan lama aku memilih untuk berangkat malam hari dengan pertimbangan bisa tidur di jalan dan begitu sampai di Tana Toraja hari sudah pagi. Dari Makassar bus yang harusnya berangkat pukul 09.30 malam ternyata baru diberangkatkan pukul 10.00 malam dan sampai di TanaToraja jam 6 pagi. Begitu sampai di pool bus aku memutuskan untuk menyewa motor. Dari pool bus ke tempat sewa motor yang ada di dekat alun-alun Rontepao aku naik oje

Selebrasi 100 Tahun Penerbit Percetakan Kanisius

Penerbit Percetakan Kanisius lahir dengan nama Canisius Drukkerij pada 26 Januari 1922, atas inisiatif Superior Misi Serikat Yesus (SJ) waktu itu, Pater J. Hoeberechts, SJ. Kemudian pengelolaan Canisius Drukkerij , yang merupakan percetakan offset pertama di Indonesia, diserahkan kepada para bruder FIC. Sejarah awal Kanisius ini tidak pernah lepas dari karya Misi Katolik, khususnya tanah Jawa, serta sejarah perjuangan bangsa Indonesia pra dan pascakemerdekaan. Tercatat pada 15 Juni 1922, Kanisius pertama kali mencetak buku Babadipoen Santo Franciscus-Xaverius, Rasoel Agoeng ing Tanah Indija, Goebahanipun A.M.D.G. Sejak awal berdiri, Kanisius konsisten mengemban misi untuk berkontribusi pada pelayanan Gereja dan dunia pendidikan. Misi ini terus dihidupi hingga saat ini, pun saat bertransformasi menjadi PT Kanisius pada 2014. Tata kelola yang lebih profesional menjadikan perjalanan menuju satu abad Kanisius dibarengi perencanaan dan strategi yang lebih matang, baik dalam hal produksi ma