My First Solo Traveling 'KRABI' Part 1

Sebenarnya keinginan melakukan solo traveling itu sudah lama tetapi keinginan itu selalu gagal dikarenakan setiap kali ingin solo traveling tiba-tiba ada saja teman yang mau ikut sampai akhirnya keinginan solo traveling itu baru terwujud bulan Mei lalu ketika saya memutuskan membeli tiket ke Krabi.
Anyway ada yang tau ga Krabi itu mana ? Krabi itu  berada negara Thailand bagian selatan. Kebanyakan orang kalau ke Thailand pasti ke Phuket atau Pattaya sedangkan saya memilih ke Krabi karena di samping belum terlalu familiar dengan harapan tidak akan terlalu ramai, tetapi keindahannya Krabi sendiri tidak jauh berbeda dari Phuket maupun Pattaya.
Seperti biasa demi menghemat budget saya lebih suka membeli tiket secara etengan alias putus-putus dengan mengambil rute penerbangan Jogja-Kl kemudian lanjut Kl-Krabi dan kebetulan saat itu saya mendapatkan tiket promo untuk 2 penerbangan tersebut seharga 300rb saja.
Saya mengambil penerbangan paling akhir dari jogja yaitu jam 17.20 sehingga saya pun memutuskan untuk tidur di bandara Kl dikarenakan sampai Kl sudah pukul 9an sedangkan flight saya ke Krabi masih keesokan hari. As you know that bandara di KL itu enak banget buat ngemper demi menghemat biaya hotel plus kekhawatiran ketinggalan pesawat kalau tidur di hotel sendirian while harus ngejar pesawat pagi harinya.

heading to KL with tiket promo seharga 150rban aj
Setelah tidur dengan tidak tenang akhirnya pagi pun datang dan saya bergegas self cek in walaupun jam penerbangan saya masih agak lama. Tapi karena jarak ruang tunggu di bandara Kl itu lumayan jauh jadi saya lebih suka cek in lebih awal daripada nanti terburu-buru. Lebih tenang kalau sudah berada di ruang tunggu. Untuk penerbangan ke Krabi sendiri berada di gate P13 di KLIA2.

dengan adanya mesin self cek in ga perlu antri lama
morning flight to Krabi
Setelah menunggu lumayan lama akhirnya pesawat pun boarding juga. Penerbangan ke Krabi sendiri di tempuh dalam waktu 1 jam lebih 25 menit dan alhamdulillah penerbangannya lancar dan cuaca di Krabi cukup cerah.
Begitu landing saya langsung mencari counter tiket bus ke Ao Nang dan membeli sim card lokal karena menurut saya sim card lokal selalu lebih murah daripada membeli paket data dari Indonesia.

shutle bus ke krabi
Untuk counter bus sendiri sangat mudah ditemukan karena begitu keluar imigrasi akan langsung terlihat counter busnya. Untuk harga tiket shuttle bus ke Ao Nang sendiri adalah 150 bath dan kalau turun di Krabi Town seharga 90 bath saja. Sambil menunggu bus berangkat saya membeli sim card yang counternya ada di sisi kanan pintu keluar bandara tak jauh dari counter shuttle bus.

counter sim card
saat membeli sim card kalian akan ditanya mau membeli paket untuk berapa hari sehingga harganya akan berbeda-beda, saya sendiri membeli sim card untuk 3 hari seharga 120 bath. Tak lama kemudian bus menuju Ao Nang sudah siap jadi saya segera bergegas menuju bus.

penampakan shuttle bus
Sebelum menuju Ao Nang bus akan berhenti di Krabi Town terlebih dahulu. Perjalanan menuju Ao Nang sendiri ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Saat itu kami diturunkan di suatu tempat yang menurut saya sebuah biro wisata di Ao Nang. Di tempat ini penumpang ditawarkan beberapa pilihan paket tour selama berada di Krabi tapi ga usah panik karena kita tidak harus membeli paket disini. Saya sendiri sih memilih tidak membeli paket tour karena menurut saya harganya lebih mahal. Setelah pegawai ditempat ini selesai menjelaskan maka mereka akan menyediakan transpor untuk mengantar penumpang ke hotel masing-masing.

bus stop di Ao Nang


transport menuju hotel
Di Ao Nang saya menginap di Cliff View Resort yang letaknya agak di dalam sehingga saya di antar paling belakangan. Begitu sampai di penginapan saya pun disambut ramah oleh pegawai hotelnya. Dan meskipun saya datangnya pagi tetapi saya diperbolehkan cek in awal. Tanpa perlu menunggu lama saya pun kemudian diantar menuju ke kamar. Begitu sampai di depan kamar saya hanya bergumam sepertinya saya salah pesan hotel karena suasana hotel yang berada di tengah hutan menimbulkan kesan angker maklum saya suka parno sendiri kalau di tempat-tempat baru yang agak-agak angker gitu tapi karena sudah terlanjur booking ya udah dijalani aja sambil tetap berdoa semoga pas tidur ga ada hantu atau hewan yang datang bertamu ke kamar...
Dan biarpun banyak pepohonan di sekitar tetapi kondisi kamar lumayan bersih demikian juga dengan kamar mandinya seketika kesan angker itu hilang ketika memasuki kamar tapi tetap saja perasaan takut itu menyelinap di benak saya.

my room
tempat tidurnya lumayan bisa buat guling-guling sendirian
Sesampainya di kamar saya pun beristirahat sebentar sambil membersihkan badan karena malam sebelumnya lumayan tidak tidur nyenyak jadi sebelum saya berjalan-jalan lebih baik saya menghimpun tenaga dulu karena sepertinya di Ao Nang ini saya akan banyak berjalan kaki.

Setelah tenaga lumayan terkumpul saya pun mencari makan karena perut yang sudah tidak tahan dan saya pun memilih untuk makan di resto hotel saja karena mau makan di luar juga jauh. Untuk restonya sendiri berada tak jauh dari kamar saya. Saya hanya perlu menyusuri jalan setapak yang di sekelilingnya di penuhi pepohonan dan kamar-kamar.

jalan setapak menuju resto dan lobby hotel
penampakan resto hotel
untuk harga makan di resto sendiri menurut saya standard dan sepertinya kalau siang hari para penghuni kamar sedang berjalan-jalan jadilah saya makan sendirian di resto di temani seekor burung. saat itu saya memesan nasi goreng dan kopi panas.

sarapan pagi di temani seekor burung
karena sepi jadi saya menikmati sarapan saya tanpa tergesa-gesa. sungguh hotel ini asri banget yang sebenarnya lebih cocok buat honeymoon cuma berhubung saya solo traveling ya uda nikmati aja.

Setelah cukup menikmati sarapan dan suasana hotel yang tenang ini akhirnya saya pun ke lobby hotel untuk menanyakan paket wisata buat keesokan harinya. Dan saya suka karena petugas hotel ini sangat ramah dan cukup membantu. Setelah mendapatkan beberapa penjelasan akhirnya saya memilih paket hopping island ke 4 pulau keesokan harinya dengan membayar 400 bath. dan harga ini lebih murah ketimbang paket yang tadi ditawarkan di tourist information waktu pemberhentian awal.
meskipun hotel saya berada di tengah hutan tetapi hotel ini menyediakan transpor untuk ke pusat keramaian di Ao nang setiap jam sekali di mana para tamu akan di drop di K Bank dan ketika ingin kembali ke hotel tinggal menunggu di tempat drop tadi jadi ga perlu khawatir harus berjalan jauh.

transportasi dari hotel ke pusat keramaian Ao nang
setelah membereskan urusan untuk besok saya pun memutuskan untuk berjalan-jalan di Ao nang dengan menghabiskan waktu duduk di pinggir pantai sambil menikmati mango sticky rice yang sangat terkenal di Thailand.

Ao nang beach
mango sticky rice seharga 80 bath
untuk pantai di Ao nang sendiri menurut saya biasa aja jadi saya tidak berlama-lama di sini. Setelah merasa puas saya pun berjalan menuju tempat penjemputan untuk kembali ke hotel.

Ketika perjalanan menuju hotel saya berbarengan dengan serombongan bapak-bapak dari India, awalnya sih lumayan enak ngobrolnya tapi lama kelamaan bikin saya ga nyaman karena mereka menwari saya untuk bergabung minum-minum di kamarnya selepas magrib dan pastilah langsung saya tolak...dan ga nyamannya lagi ada 2 orang menguntit saya sesampainya di hotel. karena agak was-was saya pun memutuskan singgah di resto kembali sambil menikmati segelas thai tea dan menunggu mereka berlalu..

segelas thai tea demi menghindari bapak-bapak gj
Setelah merasa aman dan thai tea saya sudah habis saya pun memutuskan kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak dan membersihkan badan.
Selepas magrib saya pun memutuskan untuk berjalan-jalan kembali menikmati suasana malam hari Ao nang. Suasananya mirip-mirip kayak di Kuta Bali lah kalau boleh di bilang. Dan saya menyusuri jalanan Ao nang sampai akhirnya langkah saya terhenti di penjual chicken bbq dan roll ice cream dekat dengan masjid Ao nang. Krabi ini banyak muslimnya jadi tidak perlu bersusah payah mencari makanan halal.

chicken bbq seharga 30 bath
roll ice cream 3 rasa seharga 80 bath
Begitulah hari pertama saya di tutup dengan kesegaran dari roll ice cream seharga 80 bath sambil mengamati orang berlalu lalang dan kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat walapun malam itu saya tidak bisa tidur nyenyak di karenakan saya takut tidur sendiri dengan suasana hotel yang agak-agak mencekam yang sebenarnya itu hanyalah ketakutan yang ditimbulkan oleh pikiran saya...toh juga keesokan harinya saya bangun dan menyadari tidak terjadi apa-apa seperti yang saya takutkan sebelumnya....so i can conclude that traveling sometimes teach you how to deal with your fear....


0 komentar