Langsung ke konten utama

7 Days in Myanmar Part 2 'Mandalay'

Kalau sebelumnya gw sendirian selama perjalanan Yangon-Bagan tetapi tidak demikian dengan perjalanan Bagan-Mandalay gw karena gw barengan sama Yvone, Irfan and Guido. Gw baru kenalan sama Guido dan Irfan selama perjalanan Bagan-Mandalay. Awalnya gw sama Yvone ga janjian mau ke Mandalay bareng tetapi setelah ngobrol-ngobrol ternyata kita besoknya akan ke Mandalay jadilah Yvone booking JJ Bus biar kita bisa barengan karena sebenarnya Yvone pengen naik JJ bus but unlucky for her because suddenly JJ Bus was canceled our booking and sent us to another bus.

our bus to Mandalay
Perjalanan Bagan-Mandalay sendiri ditempuh dalam waktu 5 jam. Selama 5 jam perjalanan itu kami banyak tertawa dan berbagi makanan satu sama lain dari situ gw bisa lebih tau tentang Irfan yang berasal dari UK dan Guido dari Columbia. Dan di dalam bus ada kejadian lucu dimana Guido pertama kalinya memegang ayam...hahaha...

Guido and his first chicken
Sesampainya di terminal Mandalay kami pun berpisah menuju hotel masing-masing dengan diantar menggunakan mobil pick up yang disediakan pihak bus. As usual sesampainya di Mandalay pun gw belum tau mau ngapain so gw iyain aja ajakan Yvone buat ke Jade Market yang mana di Jade Market Yvone janjian sama Guido buat nyari oleh-oleh.

JADE MARKET

Di Jade Market sendiri gw lebih suka mengamati kegiatan orang-orang karena sesungguhnya Jade Market ini tempatnya trading giok tapi kalian juga tetap bisa beli untuk kepentingan pribadi.

what you can find in Jade Market
Ga lama setelah Yvone dan Guido mendapatkan apa yang mereka cari akhirnya kamipun memutuskan untuk melihat sunset di Mandalay Hill tanpa Yvone karena dia mau balik ke hostel. Kami pun memesan grab untuk ke Mandalay Hill dan menurunkan Yvone di tengah perjalanan.

MANDALAY HILL

Kami kira grab itu akan mengantarkan kami sampai ke atas tetapi ternyata tidak karena kami diturunkan di pintu selatan yang ditandai adanya dua patung singa yang dikenal dengan chinthes atau leogryphs. Di dekat patung singa sudah banyak supir yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan kami sampai ke puncak karena kalau kami berjalan kaki ke atas sepertinya kami akan tidak akan menjumpai sunset karena kami hanya punya beberapa menit sebelum matahari terbit.

chinthes as the guard of pagoda
Setelah bernegosiasi dengan beberapa supir akhirnya Irfan pun mendapatkan supir yang akan mengantar kami ke puncak.

Irfan lagi nego ama supir-supir
Setelah menempuh perjalanan kurang dari 10 menit akhirnya kami pun sampai di depan pintu masuk Pagoda. Untuk sampai ke puncak pagoda kami pun naik lift so ga usah khawatir bakalan encok...hahaha...

here we are ready for sunset
Sesampainya di atas pagoda kami pun explore sendiri-sendiri. Gw sibuk foto-foto sedangkan Irfan sepertinya asyik mengobrol dengan biksu yang ditemui. Dari pembicaraan yang gw denger beberapa biksu suka ngobrol buat berlatih bahasa Inggris.

sunset in Mandalay Hill

human interaction
Setelah matahari terbit dan kami sudah puas menikmati sunset akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel dengan diantar oleh supir kami yang setia menunggu di tempat parkir. Dan keesokan paginya kami janjian untuk melihat sunrise di U-Bein bridge dengan diantar oleh supir yang sama. Untuk memudahkan komunikasi gw pun akhirnya tukeran nomer WA dengan Guido.

U-BEIN BRIDGE

Tepat jam 4.30 supir yang kemaren nganter gw uda stand by di depan hostel dan gw pun ga mau membuat dia menunggu untuk kemudian menjemput Guido dan Irfan kemudian langsung menuju ke U-Bein Brigde. Kali ini kami ke U-Bein bridge berempat ditambah temen sekamar gw namanya Anthea yang berasal dari Singapore.
Cuaca tidak terlalu bagus ketika kami sampai di sini sehingga ga dapet sunrise but its okay because we still having fun. Dan akhirnya kami pun jalan sambil mengamati kegiatan orang yang berlalu lalang melintasi jembatan. Ada para biksu yang hanya duduk-duduk menikmati pagi dan ada beberapa orang yang berolahraga.

the monk enjoy morning

do some excercise
Setelah puas menikmati pagi kami pun memutuskan untuk membeli kelapa muda sebelum akhirnya balik ke hotel masing-masing. Di perjalanan menuju warung kami bertemu dengan wanita yang membawa jajanan di atas kepalanya, Guido dan Irfan memutuskan untuk membelinya salah satu makanan yang menurut gw terbuat dari ketan dan pisang dengan rasa gurihnya.

local food made from sticky rice and banana
enjoy young coconut
Setelah puas menikmati kelapa muda kami pun bergegas kembali ke hotel karena gw sama Anthea sudah memesan paket tour keliling Ancient City Mandalay jam 9.

ANCIENT CITY OF MANDALAY

Awalnya kami memesan paket tour ke 3 kota aja yaitu Sagaing, Amarapura dan Innwa seharga 20 USD/person tetapi ketika di Sagaing Hills  guide kami berhasil merayu kami untuk ke Mingun sekalian dengan menambah biaya 5 USD/person.

AMARAPURA

Sebenarnya U-Bein Bridge termasuk di wilayah Amarapura tetapi karena tadi pagi kita uda kesana so U-bein bridge tidak masuk dalam list yang akan kami kunjungi. Jadi di Amarapura kami hanya berkunjung ke Mahamuni  Buddha Temple dan Mahagandhayon Monastery untuk melihat ritual para biksu menerima derma.

salah satu sudut Mahamuni Buddha Temple
ritual para biksu menerima derma di Mahagandhayon Monastery
Setelah selesai melihat ritual para biksu menerima derma kami pun melanjutkan perjalanan ke Sagaing melewati Ava Bridge yang memakan waktu sekitar 30 menit.

SAGAING

Di Sagaing kami mengunjungi Kanghmudaw Pagoda, Sagaing Hill dan U min Thonse Pagoda.

kaunghmudaw pagoda
a view from sagaing hill
u min thonse pagoda
MINGUN

Setelah berhasil dirayu oleh guide kami akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan ke Mingun dimana kami harus membayar 5000 kyat untuk masuk ke Mingun. Di Mingun kami mengunjungi Mingun Pagoda, Mingun Bell dan Hsinbyume Pagoda yang juga dikenal dengan white pagoda.


mingun pagoda
mingun bell
hsinbyume pagoda

INNWA/AVA

Innwa atau Ava menjadi persinggahan terakhir kami sebelum akhirnya balik ke hostel. Untuk ke Inwa kita harus menyebrang sungai dengan membayar tiket sebesar 1500 kyat uda bolak balik dan ketika di Innwa diharuskan membayar 10.000 kyat dan beruntungnya gw ga perlu bayar sedangkan Anthea sendiri juga ga perlu bayar karena dia punya semacam tiket terusan yang dia dapat ketika mengunjungi Kuthodaw Pagoda.
Untuk keliling Innwa ini kita naik semacam andong dengan membayar 10.000 kyat yang mana kita akan diajak berkeliling Inwa. Ketika nyampai obyek yang harus bayar gw ga masuk jadi cuma liat aja dari jauh.

bagaya monastery
nan myint tower
Setelah sekitar 1 jam berkeliling Innwa akhirnya kami pun balik ke hostel karena jam 8 gw harus ke terminal bus dan melanjutkan perjalanan gw ke Inle lake...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

'Sate Kanak' Kreasi Baru Sate Ratu Juaranya Ngulik Rasa

Sate Ratu juaranya Sate di dunia Kalau Sate Ratu pasti semuanya udah tau kan ya, tapi kalau Sate Kanak sepertinya terdengar asing di telinga bukan ? wajar aja sih asing di telinga karena Sate Kanak ini baru saja dilahirkan oleh Sate Ratu gegara ikutan kompetisi  'Ngulik Rasa' yang diadakan oleh Unilever Food Solutions bulan November lalu yang mana kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan kreativitas pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari makanan khas Indonesia yang tengah digemari milenial Indonesia. Kompetisi ini diikuti lebih dari 2900 pebisnis kuliner dari seluruh Indonesia berdasarkan tiga kategori yaitu Sate, Soto dan Nasi Goreng. Dan kebetulan Sate Ratu mendapatkan juara untuk kategori Sate dengan kreasi Sate Kanaknya. Sate Kanak yang menjadi juara ngulik rasa ini merupakan hasil inovasi Pak Budi selaku owner dari Sate Ratu. Seperti kita ketahui Sate Ratu mempunyai menu andalan Sate Merah yang terkenal dengan tastenya yang pedas. Ka

Mudahnya Perpanjang SIM di SIM Corner Jogja City Mall

  tempat pengambilan formulir dan pembayaran SIM   Hai gaes aku mau share sedikit soal pengalamanku memperpanjang SIM di SIM Corner JCM nih. Setelah beberapa hari sebelumnya gagal perpanjang karena salah fotokopi SIM yang mau diperpanjang padahal udah mau ambil formulir jadinya gagal deh karena kalau harus keluar Mall buat fotokopi lagi waktunya ga bakalan kekejar karena pendaftaran bakalan tutup 15 menit lagi atau jam 11 tepatnya. Hari berikutnya juga sempat nyari info soal SIM keliling tetapi dasarnya ga rejeki juga eh pas dapat info ada SIM keliling di Polsek Depok pas tiba di TKP jam 10.30 tapi juga pas bubaran jadi ya udah deh akhirnya memutuskan buat balik ke JCM lagi besoknya. Oiya sebelum ke JCM siapkan fotokopi KTP dan SIM yang mau diperpanjang sebanyak masing-masing 2 lembar ya gaes biar kalian ga buang waktu buat bolak balik keluar masuk Mall cuma buat fotokopi terlebih kalau waktunya mepet. Karena di Mall ga ada tempat fotokopi jadi pastikan sebelum masuk kalian sudah bawa

Lituhayu Coffee Tempat Nongkrong Asyik di Sisi Timur Jogja

Tinggal di desa terpencil di sisi utara Jogja tepatnya Cangkringan membuat ku susah untuk mencari tempat tongkrongan yang asyik dan dekat dari rumah, berbeda sekali ketika aku berada di kos yang letaknya memang di dekat kota, mau ngopi atau nongkrong tinggal pilih aja dan ga perlu pergi jauh. Kalau di rumah untuk nongkrong paling ga harus pergi ke Jakal atau turun ke daerah Prambanan dan itu pun juga ga banyak tempat tongkrongan yang asyik. Tempat nongkrong andalan dekat rumah selama ini cuma Wedang Kopi Prambanan sampai akhirnya aku mendapatkan rekomendasi tempat ngopi di daerah Kalasan dari Pak Agung Managerku di kantor. Dari beliau lah aku tau tentang Lituhayu Coffee and Traditional Eatery yang ada di daerah Kalasan tak jauh dari rumahku. Kalau di rumah rasanya gatel aja kalau ga nongkrong dan aku emang hobi sih nyobain tempat tongkrongan baru untuk sekedar tau soal suasana, kopi maupun makanannya. Di samping itu juga adekku sebagai ibu rumah tangga yang kurang piknik p