Langsung ke konten utama

Menyusuri Warna Warni Sungai Melaka Di Malam Hari


morning flight
Perjalanan ke Melaka sendiri sebenarnya adalah sebuah perjalanan yang tak terencana. Setelah pertengahan tahun lalu menghabiskan 9 hari untuk traveling ke Myanmar sebenarnya saya memutuskan untuk tidak lagi traveling sampai pergantian tahun. Tetapi ternyata niatan itu pupus setelah awal bulan November tetiba galau pas lihat ada promo tiket Citilink PP Jogja-KL hanya 1,1jt walaupun harus transit di Jakarta. Galau sih mau issued tiket atau ga karena ga yakin bisa cuti tapi dalam hati berkata promo ga akan datang dua kali gaes. Setelah melalui kegalauan panjang akhirnya iseng aja issued tiket buat tanggal 29 Nov-1 Des 2019 dengan pertimbangan kalau cuti sehari aja ga di acc ya udah bolos aja....haha...the power of nekad. Setelah issued tiket barulah bilang ke atasan buat minta cuti sehari dan alhamdulillah di acc.
Perjalanan ke Melaka ini sungguh suatu perjuangan yang melelahkan yang mana saya harus mengejar penerbangan pertama ke Jakarta dari Jogja sebelum akhirnya lanjut flight ke Kuala Lumpur, buat saya yang susah bangun pagi tentu saja mengejar penerbangan pagi itu butuh effort yang luar biasa dan bahkan saya sampai tidak tidur karena takut ga bangun. Setelah transit sekitar 4 jam akhirnya pesawat pun berangkat. Untungnya meskipun tiket promo di pesawat dapat makan lho jadi mayanlah buat mengganjal perut yang emang sedari tadi belum sarapan.

menu makan dari Citilink
Perjalanan Jakarta - Melaka ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Karena naik Citilink jadi landing di KLIA1 dan ini pertama kalinya saya landing di KLIA1. Menurutku lebih enak landing KLIA2 daripada KLIA 1 karena kalau di KLIA1 begitu keluar dari pesawat harus berpindah dengan menaiki kereta. Kalau baru pertama mungkin agak membingungkan tapi begitulah setiap kali traveling pasti ada aja pengalaman barunya. So dibawa enjoy aja...

on the train
Dari KL ke Melaka bisa ditempuh dengan naik bus seharga 25 MYR dan tiketnya bisa di beli di counter bus yang ada di KLIA1. Untungnya saya pas transit di Jakarta dapat kenalan Ibu dan Anak yang mau ke Melaka juga karena kebetulan anaknya si Ibu kuliah di Melaka dan mau wisuda, mayanlah ya ada temen.

Platform 10 tujuan Melaka
KL - Melaka ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam karena saat itu weekend jadinya jalanan agak macet. Sesampainya di Melaka Sentral jam menunjukkan pukul 7 malam saya pun berpisah dengan Ibu dan Anak yang saya jumpai di bandara Soetta karena kami menginap di tempat yang berbeda.
Sayapun memesan grab menuju penginapan saya di Nomaps Hostel. Saya harus menunggu agak lama sampai pesanan grab saya datang karena ternyata saya salah tag lokasi penjemputan dan bapaknya driver grab harus muter lumayan jauh plus macet pula. Awalnya sempat takut juga kalau bapaknya grab ngomel tetapi ternyata setelah ketemu alhamdulillah orangnya baik.

Sesampainya di Hostel saya langsung menaruh tas dan cuci muka lalu bergegas keluar karena saya sudah membeli tiket Melaka River Cruise. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 9 sehingga saya hanya punya waktu 2 jam sebelum masa berlaku tiket saya habis. Dan ternyata antrian untuk menukar tiket lumayan panjang karena pas weekend jadi lumayan banyak yang ingin menyusuri sungai Melaka dengan naik perahu dan menikmati pemandangan sungai Melaka di waktu malam yang memang luar biasa indah.

melaka river
Selama 30 menit kami diajak menyusuri sungai sambil diberikan penjelasan mengenai bangunan-bangunan yang kami lewati. Dan  pemandangan Melaka di malam hari sungguhlah indah dengan warna warni lampu yang berbeda-beda di sepanjang perjalanan menyusuri sungai. Setelah selesai berkeliling saya pun kembali ke hostel untuk beristirahat dan memulihkan tenaga sebelum melanjutkan eksplor Melaka esok hari. Next i'll write about the other beauty of Melaka City so wait for my new article...

colorful night at Melaka River

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bebek Dengan Nuansa Bali, Ya ke Bebek Indra Aja

  dok by @javafoodie Ada yang tau Bebek Indra atau jangan-jangan belum tau ya ?Di usianya yang masih terbilang baru menginjak usia 2 tahun wajar sih ya kalau para pecinta kuliner di Jogja belum terlalu kenal sama yang namanya Bebek Indra tetapi meskipun begitu kelezatan Bebek Indra ini tidak diragukan lagi lho karena udah banyak direview oleh beberapa food blogger kenamaan seperti @makankeliling , @javafoodie dan @gembulfoodie jadi ga usah khawatir soal rasa. Selain rasanya sebenarnya yang membuat Bebek Indra istimewa adalah suasananya yang menghadirkan nuansa Bali membuat kita berasa lagi di Bali dengan iringan musik Bali dan bau Dupa yang khas bener-bener membuat kita berasa lagi di Bali. So kalau kalian ingin makan bebek sambil menikmati suasana Bali wajib banget ke Bebek Indra. doc by @gembulfoodie Untuk pilihan bebeknya sendiri ada bebek indra atau bebek crispy cuma kalau aku pribadi lebih suka bebek crispy. Untuk pilihan sambelnya ada sambel indra, sambel matah dan sambal kor

Bahagia Bersama Airasia Hingga Akhirnya Bisa Traveling Ke Luar Negeri

off to KL Pertama kali berkenalan dengan Airasia adalah awal tahun 2015 tepatnya bulan Januari ketika saya melakukan perjalanan ke Bali bersama teman-teman saya. Awalnya saya melakukan traveling sebagai bentuk pelarian akibat patah hati, harapannya dengan traveling saya bisa menyembuhkan rasa sakit saya akibat putus cinta tetapi ternyata hal itu tidak berhasil. Meskipun demikian tidak menyurutkan niat saya untuk terus traveling, yang awalnya hanya pelarian sekarang sudah menjadi kebutuhan karena semakin banyak saya traveling semakin banyak pengalaman hidup yang saya dapat. Sedikitpun tidak pernah terbersit di kepala bahwa saya bisa traveling ke Luar Negeri, tetapi meskipun demikian di awal tahun 2016 saya memutuskan untuk membuat paspor . Saat itu saya benar-benar tidak membayangkan bisa traveling ke luar negeri sampai setahun kemudian saya bisa menginjakkan kaki di Negara lain berkat promo member Airasia . Meskipun saya sudah terbang bersama Airasia di awal tahun 2015 tetapi sa

3 Kuliner legendaris Di Jember Yang Wajib Kamu Coba

  Train to Jember Sebenarnya ga pernah kepikiran sih bakalan traveling ke Jember. Ketika sahabat gw tiba-tiba ngajakin ke Jember lalu muncullah pertanyaan di kepala gw, emang di Jember ada apa? Karena tiket pesawat mahal aja pas akhir tahun akhirnya gw mengiyakan ajakan temen gw buat traveling ke Jember yang mana bisa ditempuh dengan menggunakan kereta api jadi itung-itung piknik hemat dan yang penting bisa mengisi libur panjang akhir tahun. Karena gw janjian sama temen gw yang ada di Surabaya jadilah gw beli tiket Jogja- Surabaya terlebih dulu baru keesokan harinya gw lanjut Surabaya-Jember bareng temen gw Indra. Perjalanan Surabaya-Jember memakan waktu sekitar 4 jam. Setibanya di Jember dalam keadaan gerimis jadilah kami langsung memesan go-car untuk menuju hotel kami.Untuk hari pertama kami menginap di Royal Hotel n' Lounge yang berjarak sekitar 15 menit dari stasiun. Sesampainya di hotel kami hanya beristirahat sebentar sambil browsing kira-kira hari pertama ini mau kemana dan