Langsung ke konten utama

Yuk Cek Lokasi Sate Ratu Yang Baru

 

Sate Ratu Juara Nasional Unilever Ngulik Rasa 2019

Hai gaes ada yang baru ini dari Sate Ratu, kira-kira ada yang tau ga apa yang baru dari Sate Ratu ? Let me tell you ya kalau per tanggal 29 Januari 2021 kemaren Sate Ratu udah menempati lokasi barunya ni gaes. Ada yang tau ga dimana ? Yes...Sate Ratu pindah di daerah Tiyasan yang merupakan salah satu area perkulineran yang sedang berkembang. Meskipun tidak persis di pinggir jalan raya tapi jangan sedih karena daerah ini sangat mudah ditemukan kok jadi ga usah takut tersesat tinggal ikutin map aja. Jadi mulai sekarang ingat ya kalau Sate Ratu ga lagi bertempat di Jogja Paradise tapi di daerah Tiyasan biar kalian ga kecewa karena salah tempat nantinya. Di pilihnya lokasi ini juga bukan tanpa alasan karena menurut Pak Budi ketika Sate Ratu berpindah tempat maka diharapkan lokasi yang baru tidak terlalu jauh dari lokasi lama supaya pelanggan lama tidak harus mengalami 'perubahan' yang terlalu besar. 

Aku sendiri baru sempat ke lokasi Sate Ratu yang baru hari Selasa 4 Februari lalu, karena kebetulan pas kesana sudah sore dan habis hujan jadi aku dan teman-teman blogger pun memilih untuk duduk di area indoor. 

Pastinya kepindahan Sate Ratu membawa perubahan tersendiri di mana dengan semakin luasnya tempat maka kapasitas pengunjungpun jadi lebih banyak. Dengan 42 meja yang tersedia di lokasi yang baru Sate Ratu bisa menampung sekitar 168 pengunjung. Di samping itu lokasi yang baru juga dilengkapi dengan sitting area indoor dan outdoor. Untuk sitting area outdoor memiliki view lebih bagus karena bisa menikmati hijaunya pemandangan sawah dan rindangnya pepohonan di sekitar. Tetapi area sitting outdoor ini tidak disarankan ketika musim hujan yang tidak jelas seperti sekarang. Tapi kalau pas cuaca cerah bolehlah pengunjung duduk di outdoor area sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi. Apalagi datangnya pas sore hari yang cerah gitu rasanya sahdu sekali makan sate sambil menunggu senja datang plus dibuai angin sepoi-sepoi.

area indoor

area outdoor

Di samping itu Sate Ratu yang baru memiliki area bakar yang lebih luas demi mengakomodir pelayanan yang sesuai dengan kapasitas pengunjungnya dengan harapan pengunjung tidak harus menunggu lama sampai proses penyajian.

area bakar
 

Untuk menu yang disajikan masih sama dengan menu lama yaitu ada sate merah, sate kanak, ceker tugel dan lilit basah. Untuk per porsi juga masih dibanderol dengan harga yang sama yaitu 25.000 untuk masing-masing menu. Sedangkan untuk minuman, kuah dan nasi dibanderol dengan harga 5.000.

ceker tugel,sate merah,lilit basah dan teh tubruk doc by wiwin

Meskipun di tengah pandemi tidak banyak wisatawan asing yang berkunjung tetapi ternyata pada bulan Juli 2020 Sate Ratu berhasil menambah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yaitu berasal dari Nepal sehingga menorehkan rekor bahwa Sate Ratu sudah dikunjungi oleh wisatawan dari 85 Negara. Jadi kebayangkan betapa famousnya ni Sate, so buat kalian yang belum pernah kesini wajib banget hukumnya nyobain Sate Ratu daripada kalian menyesal seumur hidup karena enaknya Sate Ratu ini udah dibuktikan ketika Sate Ratu menjadi Juara Nasional Kategori Sate dalam acara Ngulik Rasa Unilever Food Solution 2019. Tidak hanya itu saja prestasi yang ditorehkan Sate Ratu karena bulan Agustus 2020 lalu Sate Ratu juga berhasil meraih predikat Traveller Choice Award dari Trip advisor. Jadi Sate Ratu tidak hanya diakui di dunia Internasional tapi juga Nasional. Sejak pindah ke lokasi yang baru aku sendiri sudah 3 kali makan di sini karena emang Sate Ratu enaknya ngangenin, so buat kalian buruan deh cobain biar ga kalah sama wisatawan dari 85 Negara itu. Perlu diingat ya kalau hari Minggu Sate Ratu libur gaes. Bukanya hari Senin-Sabtu dari jam 11.00-21.00 (khusus dine in sampai jam 20.00)

SATE RATU

Jl.Sidomukti, Tiyasan , Condongcatur, Depok, Sleman

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

'Sate Kanak' Kreasi Baru Sate Ratu Juaranya Ngulik Rasa

Sate Ratu juaranya Sate di dunia Kalau Sate Ratu pasti semuanya udah tau kan ya, tapi kalau Sate Kanak sepertinya terdengar asing di telinga bukan ? wajar aja sih asing di telinga karena Sate Kanak ini baru saja dilahirkan oleh Sate Ratu gegara ikutan kompetisi  'Ngulik Rasa' yang diadakan oleh Unilever Food Solutions bulan November lalu yang mana kompetisi ini bertujuan untuk membangkitkan kreativitas pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari makanan khas Indonesia yang tengah digemari milenial Indonesia. Kompetisi ini diikuti lebih dari 2900 pebisnis kuliner dari seluruh Indonesia berdasarkan tiga kategori yaitu Sate, Soto dan Nasi Goreng. Dan kebetulan Sate Ratu mendapatkan juara untuk kategori Sate dengan kreasi Sate Kanaknya. Sate Kanak yang menjadi juara ngulik rasa ini merupakan hasil inovasi Pak Budi selaku owner dari Sate Ratu. Seperti kita ketahui Sate Ratu mempunyai menu andalan Sate Merah yang terkenal dengan tastenya yang pedas. Ka

Lituhayu Coffee Tempat Nongkrong Asyik di Sisi Timur Jogja

Tinggal di desa terpencil di sisi utara Jogja tepatnya Cangkringan membuat ku susah untuk mencari tempat tongkrongan yang asyik dan dekat dari rumah, berbeda sekali ketika aku berada di kos yang letaknya memang di dekat kota, mau ngopi atau nongkrong tinggal pilih aja dan ga perlu pergi jauh. Kalau di rumah untuk nongkrong paling ga harus pergi ke Jakal atau turun ke daerah Prambanan dan itu pun juga ga banyak tempat tongkrongan yang asyik. Tempat nongkrong andalan dekat rumah selama ini cuma Wedang Kopi Prambanan sampai akhirnya aku mendapatkan rekomendasi tempat ngopi di daerah Kalasan dari Pak Agung Managerku di kantor. Dari beliau lah aku tau tentang Lituhayu Coffee and Traditional Eatery yang ada di daerah Kalasan tak jauh dari rumahku. Kalau di rumah rasanya gatel aja kalau ga nongkrong dan aku emang hobi sih nyobain tempat tongkrongan baru untuk sekedar tau soal suasana, kopi maupun makanannya. Di samping itu juga adekku sebagai ibu rumah tangga yang kurang piknik p

Bahagia Bersama Airasia Hingga Akhirnya Bisa Traveling Ke Luar Negeri

off to KL Pertama kali berkenalan dengan Airasia adalah awal tahun 2015 tepatnya bulan Januari ketika saya melakukan perjalanan ke Bali bersama teman-teman saya. Awalnya saya melakukan traveling sebagai bentuk pelarian akibat patah hati, harapannya dengan traveling saya bisa menyembuhkan rasa sakit saya akibat putus cinta tetapi ternyata hal itu tidak berhasil. Meskipun demikian tidak menyurutkan niat saya untuk terus traveling, yang awalnya hanya pelarian sekarang sudah menjadi kebutuhan karena semakin banyak saya traveling semakin banyak pengalaman hidup yang saya dapat. Sedikitpun tidak pernah terbersit di kepala bahwa saya bisa traveling ke Luar Negeri, tetapi meskipun demikian di awal tahun 2016 saya memutuskan untuk membuat paspor . Saat itu saya benar-benar tidak membayangkan bisa traveling ke luar negeri sampai setahun kemudian saya bisa menginjakkan kaki di Negara lain berkat promo member Airasia . Meskipun saya sudah terbang bersama Airasia di awal tahun 2015 tetapi sa